BERTINDAK BAK GURU PART 2: enakan jadi anak pintar atau anak cerdas

setelah bercerita mengenai kehidupan didunia kampus. saya bakalan menceritakan perihal kehidupan anak-anak rantau. berhubung, sebentar lagi udah pada bakalan menghadapi SNMPTN dan SBMPTN. pastinya, banyak diantara kalian yang bakalan memilih universitas jauh dari kampung kalian, alias namanya merantau. setelah dipost saya sebelumnya yang negbahas tentang mesti survive ditanah rantau (https://hasrinandolaronga24.blogspot.co.id/2018/02/bertindak-bak-guru-mesti-survive-di.html) , gue bakalan ngelanjutin perihal apa saja yang mesti kita lakuin saat memilih untuk merantau. terkhusus untuk anak-anak yang bakalan memilih jalur merantau (ceilehh, udah dewasa). but, pada tulisan saya kali ini lebih khusus untuk memilih menjadi anak pintar atau menjadi anak cerdas.
rata-rata penduduk indonsia merasa tidak puas terhadap universitas yang berada dilingkungannya. selebihnya memilih untuk langsung melamar ke pekerjaan. untuk anak muda yang memilih kuliah, selalu memilih universitas diluar dari kampungnya dengan alasan untuk menjadi lebih mandiri. but, kita tidak dapat membedakan anak yang mau belajar dan anak yang hanya modal gaya. oleh karena itu, saya bakalan menulis mengenai anak pintar dan anak cerdas. ketika udah berada di sebuah perantauan, kita bisa saja terlena dengan dunia perantaua. mulai dari boongnya, jalan-jalan, pacar-pacaran, dan mungkin udah malas dengan belajarnya (penyakitnya nando). padahal tidak sebanding dengan usaha keras kita untuk masuk diuniversitas tersebut.
penyakitnya saya bakalan jelasin secara tgerperinci:

1. penyakit boong kuadrat (berbohong or lie)
 banyak alasan yang akan mendasar mengapa penyakit boong ini bertambah parah. sebab, alasan terutama yang selau kita lakukan adalah menyadari tidak adanya orang tua yang tahu kejadian ini. penyakit ini pasti akan muncul ketika teman-teman sudah pada punya planning untuk  hang out bareng. karena bakalan tahu kalau tidak akan dapat kiriman karena alasan tersebut. so, you must have the another reason, it's bohong. bohong menjadi senjata ampuh dengan alasan terbanyak adalah pembayaran buku, terus ada aktivitas kampus. kadang juga mesti turun ppl (padahal masih semester pertama). itu semua lasan yang berpangkal dari kebutuhan kalian.
sebenarnya baik-baik saja ketika kita mesti berbohong, because it is your activity. and for increase the relationship on friendship makanya lu make acara boong (ribet amat sih bro). lakukanlah apa yang ingin anda lakukan, tapi yang msti lu tahu. orang tua itu punya insting yang sangat kuat. sekuat apapun alasan kamu mengenai kebutuhan tidak penting lu selama merantau, orang tua udah bisa ngrasain. kalau mau bukti silahkan coba, ingat boong ama orang tua itu dosa. tidak ada dosa yang baik. kalau mau baik, lakuin yang benar biar dapat pahala plus dapat dipercaya (anak pramuka broo).

2. kuat jalan-jalan atau traveling
tidak ada tempat terindah seorang perantau selain beristirahat sejenak. walau tidak melakukan perjalanan yang sangat jauh, but must have a time to take a rest. dimanapun itu, saat lu udah lelah lu memang mesti jalan-jalan. but, you must remaind. tidak semuanya istirahat itu berakhir indah. karena, you must pay setelah lu ngelakuin. terkhusus anda yang bakalan kuliah, peyakit ini mesti you atur baik-baik. because, kalian bakalan terlena dengan dunia asik. sampai-sampai dunia akademik lu lupain. ditempat kalian merantau, pasti kalian sangat penasaran untuk mengeksplore kota tersebut. apalagi yang kampungan kaya gue, gue mesti ngehabisin waktu untuk ngeeksplore tempat-tempat yang keren dikota palu dan sekitarnya. yah setidaknya 2 tahun kuliah tinggal 5 kabupaten lagi ynag belum gue kunjungi dari 13 kabupatn di sulawesi tengah. artinya 65% gue tuntasin dalam jangka dua tahun. but, gue kunjunginya pada waktu yang tepat. yaitu waktu libur panjang doang (kuliahnya hanya sampe kamis).
membutuhkan liburan memang sebuah kewajiban buat kita, but setlah kalian terlena dengan itu semua, lu bakalan kelelep didalam air. kalian akan asik dengan dunia kalian. kalian sudah marah dengar tuntutan orang tua dikampung. seolah semuanya itu beban, dan lu sudah mulai masuk kedalam dunia stress.

3. main pacar-pacaran (has the special relationship)
 tidak salah bagi sebagian orang untuk memilih pasangan ketika merantau. dengan alasan telak adalah mengisi kesendirian dan menghibur diri selama dikampus maupun di kota tersebut. but, you must know, if you like this you can damage your self. because, tidak selamnya pacaran yang lu lakuin itu baik. and than, you pasti bakalan keasikan dan udah ada penyakitnya. penyakitnya dalah galau, kalau udah putus, galaunya minta ampun. seolah-olah bumi bakalan ikut bersedih. kan udah dibilang, sebagian besar orang pacaran saat merantau hanya untuk ngisi doang selama di kota terebut (mesti rajin-rajin nonton katakan putus). sebenarnya pacaranlah biar asik, but pacarannya harus yang baik. biar semuanya berjalan dengan lancar (hayo apa hayo).

4. malas belajar (bad academic)
setelah ketiga alasan diatas, maka jalan terakhir yang lu pasti lakuin adalah malas belajar. karena, dari ketiga faktor diatas adalah menjadi landasan dasar dalam merusak kehidupan di perantauan. waktu udah banyak yang terbuang dengan percuma. semuanya udah merasa gampang, padahal belum tahu seluk beluk dari dunia rantau. semuanya bakalan keren kalau udah fokus diakadmik. saya mengingat seorang anak yang berusia 14 tahun. dia berkata bahwa "hal yang perlu ia lakukan dimuka bumi ini adalah belajar. karena dengan belajar, kita apat mengambil apapun yang kita mau dimuka bumi ini"- cindikiawan suryaatmadja (mahasiswa tahun kedua asal indonesia di universitas waterloo kanada).
jadi, kalau mau sukses kita mesti belajar. peroalan kemampuan memang paling utama. banyak isu yang mengatakan bahwa berorganisasi adalah menjadi jembatan untuk kesuksesan. memang benar salah satu persyaratan adalah dengan berorganisasi. tapi, bukan seperti berorganisasi yang seperti sebagian besar kita pikirkan. organisasi ini akan membawa kita kedalam sebuah studi lapangan. berkat dari itu, kita bisa banyak menerima informasi dari lapangan langsung. kebanyakan kita, hanya mau untuk ngeisi waktu luang doang. ingat, jangan terlalu fokus berorganisasi. karena orang-orang sukses ajah dimuka bumi ini, mereka belajar dulu baru berorganisasi.
dari semua penjelasan diatas, ini bakalan membuat kita berpikir untuk kira-kira kita bakalan menjadi anak cerdas atau anak pintar doang. menjadi anak pintar merupakan sebuah karunia. but, pintar ajah tidak cukup untuk menjadi perantau yang survive. terbukti, banyaknya orang pintar yang terjerumus dalam dunia kehebohan dunia perantauan. karena kenapa, kini ia tidak sebanding dengan apa yang telah ia perjuangin setelah memilih untuk kuliah ditempat itu.
ketika lu cerdas, semuanya bakalan mudah. cerdas pastilah pintar. pintar menata kehidupan (ceileeh). lu udah bisa ngerasain susahnya orang tua nyari uang. lu bisa ngatur waktu saat kuliah. dan juga lu udah bisa ngebedain mana yang bisa lu lakuin dan lu bakalan buang. itulah sebabnya, yang bertahan hingga akhir dengan stamina otak dan tubuh lebih segar kebanding dengan anak-anak pintar doang (wkwkwkwk)
saat jalan-jalan sambil belajar tanpa nipu ama parents

0 comments: