#TravelBlog #PartIII: Discover Sulawesi Chapter 2

Discover Sulawesi
Chapter 2: Bertahan dalam dingin di sebuah lembah duri bumi messenrempulu

Dalam perjalanan saya menuju ke tana toraja, saya nginapnya di desa pana kelurahan duri kecamatan anggeraja kab enrekang. merupakan sebuah daerah yang berada di sebuah lembah pegunungan dan berada di kurang lebih di atas 1000 meter di atas permukaan laut. menuju tempat ini begitu mengesankan karena melewati salah satu objek wisata ikonik kab. enrekang yaitu puncak gunung nona. but gue sedang tidak menjelasin tentang apa yang ada di kabupaten ini.



weits, untuk kontur wilayah yang berada di atas 1000an meter pastilah memiliki suhu yang dingin. benar sja, kita akan terbiasa dengan suhu 18 derajat hingga 22 derajat di tempat ini. merupakan suhu yang tidak biasa di negeri indonesia yang notabene memiliki suhu 22-32 derajat celcius. desa ini terletak di sebuah lembah yang begitu mengagumkan dengan mayoritas warganya bekerja sebagai pekebun. maka dari itu tidak heran banyak kebun kita jumpai disini.
poto by Dolar'story


jadi pada dasarnya, desa ini benar-benar berda di pinggir jalan poros trans antara kota makassar dan tana toraja. selain suhu yang benar-benar sejuk, di tambah keramahan orang sini yang membuat saya begitu nyaman tinggal di desa ini untuk beberapa hari. sedangkan dalam perihal bertahan hidup di daerah kunjungan, yah jangan bilang. setidaknya saya bisa menyimpan biaya makan saya untuk dijadikan untuk membelikan cinderamata. hiihihi

poto by Dolar'story
by the way gays, ada beberapa istilah yang sangat awam di telinga saya ketika berada di tempat ini. salah satunya istilah "kasih turun nasi". sewaktu sedang makan malam saat pertama tiba, saya sedikit kaget atas apa yang saya disuruhkan. saat sedang makan, pemilik rumah berkata, kasih turun nasi, dan itu dilakukan oleh semua orang yang memiliki rumah tersebut. seperti  ayah ibunya, anak-anaknya atau bahkan anak mudanya yang sedang  satu meja makan dengan kita. mungkin teman saya sudah terbiasa karena ini kampung dia, but gue yang notabene baru pertama kali munculkan diri di kota ini, benar-benar bingung. bayangkan saja diperintahkan untuk menurunkan nasi, dan dalam pemikiran saya adalah kasih taruh nasi di bawa (lantai). dan ternyata maksudnya dalah menuang nasi ke piring lagi atau menambah porsi. bahkan kita akan terus-menerus dipaksa setelah kita tambah, untuk menambah lagi. dan untuk memberikan isyarat bahwa kita telah selesai makan adalah meminum segelas air dan meletakan gelas di atas piring. so, kitatelah berakhir untuk acara makannya. ahahahaha

pagi menyapa saat pertama tiba, dan benar saja saya benar-benar merasa merinding. karena dingin yang tidak biasa dirasakan oleh diri ini sebelumnya. pagi itu mencapai 18 derajat, mulut udah berasap dan kita udah duduk diteras menggunakan sarung. yah, sarung adalah selimut terbaik bagi masyarakat lembah di duri ini. dari yang tua sampai yang muda menggunakan sarung. benar-benar unik dan awesome banget ajah dilihatnya. ditemani secangkir kopi enrekang yang dunia mengenalnya kopi toraja setidaknya menghangatkan pagiku dilembah duri yang super dingin bagi saya. maklum gue kampungan soal dingin-dingin ginian. hehehehe

0 comments:

#TravelBlog #partIII; Discover sulawesi chapter 1

Discover Sulawesi
Chapter 1: Menembus nekat untuk perjalanan yang istimewa

tidak terasa, kita berjumpa lagi di tulisan saya. kali ini, setelah saya bercerita tentang beberapa objek wisata di sulawesi, kini akhirnya gue kembali menuntaskan salah satu objek wisata di pulau sulawesi. lokasi ini sangat terkenal bahkan telah mendunia, hanya saja tidak semua orang bisa nyaman ketika berkunjung di objek wisata ini.

oke sob, gue sedang melangkahkan kakiku ke tana toraja. ya, benar saja ini adalah objek wisata yang telah mendunia. siapa sih yang tidak mengenal toraja. kearifan lokal dan religius masyarakatnya yang membuat lebiih istimewa di tanah sulawesi selatan. terletak dari 304 km dari kota makasar, bisa menjadi lokasi sobat untuk berlibur ketika berada di area sulawesi selatan. ketika anda udah berencana untuk keluar negeri, mending berpikir dulu deh,, hehehe.

sayangnya saya star dari kota palu, kemudian singgah beberapa hari di kab. Pasangkayu. kebetulan, disini adalah rumah tante saya. bagi yang sering membaca blog saya, ah pasti tahu, hihihi. nah setelah dari pasangkayu saya ke kabupaten mamuju, merupakan ibu kota provinsi sulawesi barat. nah, untuk waktunya sendiri kurang lebih 6 jam dengan menggunakan sepeda motor. sobat baca mungkin bakalan pegal ketika membaca tulisan karena estimasi waktu yang benar-benar lama. nah, untuk dari kabupaten mamuju sendiri kita masih harus berkendara lagi lumayan jauh. 

btw, gue menyempatkan nginap di kab. majene yang berjarak kurang lebih 80 km dri kota mamuju atau kurang dari 2 jam waktu perjalanan. yah, memang melelahkan. ini benar-benar perjalanan ternekat yang saya lakukan. di kab. majene saya haruss menginap bareng beberapa teman saya karena waktu yang udah malam dan ditemani hujan yang begitu deras. so, kita memutuskan menginap di rumah nenek teman saya di somba, kab. Majene.

yapss, lokasinya dekat dengan laut, atau kita berhadapan dengan garis pantai provinsi ssulawesi barat. sewaktu di somba, kami tiba pukul 09.00 WITA malam. but, kita berangkat lagi pukul 09.00 WITA pagi. menuju kab. polewali mamasa yang berjarak kurang lebih 60 km dari kab. majene. sekitaran 1 jam kita melakukan perjalanan dan akhirnya kita tiba. sebenarnya kita cuma singgah beristirahat sebelum akhirnya kita melakukan perjalanan ke kab. enrekang sebagai tempat terakhir kita untuk bersitirahat.

bagi teman-teman yang membaca, mungkin udah bisa di perhitungkan berapa estimasi waktu yang kami butuhkan hingga di kabupaten polewali. nah, setelah di polewali kami start pukul 12.25 untuk lagsung ke kab. enrekang. benar saja, kita masih melewati satu kabupaten yaitu kab. pinrang. bedanya kita telah berpindah provinsi dari provinsi sulawesi barat ke sulawesi selatan. lumayan jauh yah, ahahaha

dari kab. polmas ke kab. enrekang sekitar 5 jam perjalanan. sehingga bisa diperhitungkan berapa jam sudah kami melakukan perjalanan. nah, buat sobat baca semua, kalian bisa saja tidak melakukan persinggahan dengan langsung dari titik keberangkatan kalian hingga ke titik tujuan kalian. hanya saja, jika anda berniat untuk liburan dengan jangka waktu yang panjang bolehlah dengan singgah beristirahat. sebab kalian akan melakukan beberapa kunjungan wisata, jangan biarkan kalian lelah hanya karena kelelahan saat melakukan perjalanan. nanti efeknya nggak bisa jalan-jalan dan merasa rugi deh. hehehehe

setelah tiba di kab. enrekang lebih tepatnya di desa pana, kec. anggeraja atau istilahnya kampung duri itu masih memerlukan sekitar 30 menit hingga di perbatasan tana toraja. nah disinilah saya menginap. kebutulan saja lokasinya dekat. tapi dekat di perbataan ajah, dari gerbang perbatasan membutuhkan waktu 1 jam lagi hingga kita tiba di kota makale. makale merupakan ibu kota kab. tana toraja. well, sekali lagi sepertinya nekat benar gue jalan hingga ke tana toraja. modal pake maps, hingga akhirnya tembus di perkotaan dan nyari jalan pintas biar dibilang professional. ahahaha

foto by: dolar'story

selama 2 hari 2 malam saya melakukan perjalanan bukan hanya untuk berpikir agar cepat sampai, akan tetapi bagaimana agar ketika berlibur saya bisa merasakan semua objek kunjungan saya tanpa terganggu rasa lelah karena perjalanan. tapi, sebenarnya tergantung dari diri kalian, mau lanjut silahkan, mau beristirahat silahkan.

oh iya sob, untuk anggaran sendiri saya hanya menyiapkan uang kisaran Rp. 550.000,-. merupakan biaya makan, bahan bakar, cindera mata dan belanja keperluan diri. but untuk lebih jelasnya akan saya jelaskan di blog selanjutnya, so janngan bosan-bosan membaca blog saya yah. karena untuk liburan ke toraja saya membuat dalam beberapa chapter. hihii...

happy visit and happy holiday yanng mau liburan. hihiihii

0 comments: