![]() |
| Kulawi, 6 mei 2018 |
Nah, gue ngelanjutin tulisan gue yang udah gue post sebelumnya..
Kali ini gue ngebahas mengenai poin selanjutnya perihal aktivitas gue di kulawi.
3. Daerah multikultur dan multireligi, tapi hidup damai.
Yapsss, kulawi di tempati oleh orang-orang yang memeluk agama nasrani dan islam. Mayoritas penduduknya adalah nasrani. But, ada hal yang menarik nih dari tempat ini karena segala kegiatan disini di laksanakan oleh penduduk setempat. Maksudnya, ketika umat nasrani merayakan pesta ataupun hari raya, umat islam di desa tersebut terlibat dalam struktur kepanitiaan. Jadi tidak ada petakan agama, yang mereka tahu, mereka bersaudara. Begitupun sebaliknya.
Sangking terjalinnya hubungan kedua agama ini, dalam pembangunan mesjid mereka saling bahu membahu dalam membangun masjid. Yah,, keren yahh mereka bisa akur. Padahal paradigma orang luar sulawesi tengah kan sulawesi tengah tidak akur soal agama. Nah teori itu dipecahkan oleh orang-orang kulawi. Salut dehh. Btw, kegiatan ini nggak jauh beda kaya di bali guyss, mereka saling membantu. Hehehe tapi ini kulawi, mereka menolak untuk disamakan dengan daerah lain. Sama halnya mereka disebut sebagai orng toraja, mereka menolak denga. Sangat tegas. Karena menurut mereka, nenek moyang mereka lahir dan bermukim di kulawi dan menyebut mereka sebagai orang kulawi. Itu pendapat warga setempat yahh, hehehe.
4. Desa yang rindang dan aman untuk dikunjungi
Nah guys, desa ini sangatlah indah dan rindang. Terlebih lagi jauh dari hiruk pikuk perkotaan yang penuh dengan kendaraan. Kondisi desanya juga seperti diluar negeri gengs. Gak ada tuh orang berkeliaraan saat orang-orang sibuk di kebun. Jadi jalannya benar benar sunyii..
Tapi harus hati-hati gengss karena tempat ini kan masih menjaga kearifan lokalnya, jadi tata aturan di tetapkan oleh desa setempat. Kalian dilarang berduaan bersama wanita atau cowok di tempat sepi. Bisa jadi kalian akan di nikahkan secara langsung. Kemudian jangan masuk kerumah orang tanpa dipersilahkan oleh pemilik rumah, denda satu ekor kerbau yang kalau di perkirakan sekitaran 200 juta rupiah. Nahh,, segala aturan juga akan dikenakan denda, yah minimal memang dendanya berupa satu ekor kerbau. Jadi kebayang kan kalau melanggar. Oh iya, untuk orang yang berselingkuh, ada denda berupa penenggelaman di danau lindu (danau di kulawi). Dengan mengikat batu di kaki pelaku kemudian di tenggelamkan (seperti bu susi). Hehehehe masih mau berbuat salah yahh?? Kan asik warga setempat pada bikin acara. Hehehe
Oh ya guys, karena ini adalah beberapa denda yang gue jelasin ada hal yang menarik yaitu, dilarangnya penggunaan topi dan payung ketika kedukaan. Yah, sampai sekarang orang-orang sana biar nggak ada kedukaan nggak menggunakan topi dan payung. Nanti akan dikenakan denda seekor kerbau. Mantapp
Sampai jumpa di tulisan berikutny, pasti bakalan seruu karena tulisan ini sedikit perjalanan saya untuk kalian, biar kalau berkunjung ke tempat ini udah pada ngerti yah. Mantappp
Bye bye




