MUDIK SEASON PART 2: ngumpulin manusia masa pubertas susahnya minta ampun,


Hai  guyss,
Setelah bercerita mengenai teman SD saya, selanjutnya saya bakalan menceritakan mengenai hang out bareng teman masa pubertas, SMP. Tidak bisa dipungkiri mereka adalah teman yang menghiasi masa-masa pubertas anak remaja.  Mau dibilang seru, lumayan seru. Mau dibilang gak asik yah memang gak asik. Sudah menjadi hal yang tabu buat ngumpulin anak-anak yang super duper sibuk. Sebagian dari classmate saat kelas IX itu kuliah diluar semua, termasuk saya (sa tidak sombong). Tapi memang pada dasarnya kita selalu menemukan waktu yang tidak tepat. Kadang ada yang udah pulang deluan, kadang ada yang baru datang. Mungkin sama seperti perasaan mereka masih pada labil seperti SMP. Memang Banyak yang tidak berubah. Sifatnya masih seperti yang dulu (semacam judul lagu). But, banyak menawarkan hal yang menakjubkan. Waktu liburan aku yang pertama kali ke kendari setelah 1,6 tahun tinggal di palu itu masih banyak yang kumpul sekitaran 10 orang lah. Jadi, meetupnya masih banyak cerita. But, kebayang nggak kalau yang hadir hanya segelintir orang saja.
Mau tidak mau yah mesti terima nih bro, karena kan ngumpulnya kalau hanya di kendari saja. Tapi kalau soal kehebohan, jangan samakan sama yang hadir 20 orang (Rada Lebay). Rusuhnya naujuhbillah, sampai serasa kalau tembok pingin runtuh jatuhin kita yah mungkin bisa kali. Squad kelas gue tuh saat SMP dikenal sebagai anak yang pintar nan cerdas (tidak termasuk saya). Mungkin karena namanya kelas unggulan kali yah. Sedikit cerita ajah yah tentang mereka. Saat SMP itu saya masuk dikelas unggulan di kelas 3 (siswa lain bilang unggulan, kalau saya bilang kelas naujuhbillah). Mau nyari anak olimpiade ada dikelas ini, mau nyari anak-anak bahasa, ada dikelas ini, Dramanya jago semua  nggak ada yang tandingi. Soal kekompakkan, bisa dihitung jari wkwkwkwk.
But, serunya mereka nggak pernah ngejatuhin teman. Mereka saya  bilang anak anak yang dewasa diusia belia. Ada anak-anak yang retorikanya selangit ngalahin vicky prasetyo, ada anak yang kekanak-kanakan ngalahin anak TK yang pertama kali masuk sekolah. Dan disinilah, saya pertama kali melihat orang-orang yang demam korea. Nah, diantara semua teman-teman saya, mereka adalah orang yang paling sering saya temui kalau pulang dan selalu sukses membuat saya homesick. Kalau udah ngumpul, pasti agenda pertama yang dilakukan adalah pergi makan-makan (dibaca dinner). Kalau udah pulang dari pergi makan, nongkrong dirumah Acin adalah tempat selanjutnya. Beli segala rupa makanan yang bisa dipake ngemil dengan minuman lebaran sebagai teman. Tidak lupa sebagai bumbu penyedapnya, ceritain orang yang nggak ada habisnya. Kadang reunian sukses membuat kita menambah dosa wkwkwkwk.
But, terlepas dari semua itu kita mengambil hikmah dari perkumpulan kita saja. Banyak orang yang selalu memiliki seribu satu alasan untuk tidak bertemu. Kadang juga karena tidak dapat kabar mereka jadi rada malas bertemu. Kebayang nggak, lu tau ada reunian dan lu nggak hadir hanya karena terkendala kendaraan pake acara tidak mau merepotkan segala. Berteman itu nggak ada malu, kalau dia ikhlas why not (prinsip nando yang dijunjung tinggi). Kalau mau merepotkan, sekalian jangan sungkan-sungkan biar next reuni lu yang jadi bahan pembicaraan wkwkwkwk.
Nah, next you can read about my senior high school season.......

0 comments: