Hai guyss,
Setelah bercerita
mengenai teman SD saya, selanjutnya saya bakalan menceritakan mengenai hang out
bareng teman masa pubertas, SMP. Tidak bisa dipungkiri mereka adalah teman yang
menghiasi masa-masa pubertas anak remaja.
Mau dibilang seru, lumayan seru. Mau dibilang gak asik yah memang gak
asik. Sudah menjadi hal yang tabu buat ngumpulin anak-anak yang super duper
sibuk. Sebagian dari classmate saat kelas IX itu kuliah diluar semua, termasuk
saya (sa tidak sombong). Tapi memang pada dasarnya kita selalu menemukan waktu
yang tidak tepat. Kadang ada yang udah pulang deluan, kadang ada yang baru
datang. Mungkin sama seperti perasaan mereka masih pada labil seperti SMP.
Memang Banyak yang tidak berubah. Sifatnya masih seperti yang dulu (semacam judul
lagu). But, banyak menawarkan hal yang menakjubkan. Waktu liburan aku yang
pertama kali ke kendari setelah 1,6 tahun tinggal di palu itu masih banyak yang
kumpul sekitaran 10 orang lah. Jadi, meetupnya masih banyak cerita. But,
kebayang nggak kalau yang hadir hanya segelintir orang saja.
Mau tidak mau yah mesti
terima nih bro, karena kan ngumpulnya kalau hanya di kendari saja. Tapi kalau
soal kehebohan, jangan samakan sama yang hadir 20 orang (Rada Lebay). Rusuhnya
naujuhbillah, sampai serasa kalau tembok pingin runtuh jatuhin kita yah mungkin
bisa kali. Squad kelas gue tuh saat SMP dikenal sebagai anak yang pintar nan
cerdas (tidak termasuk saya). Mungkin karena namanya kelas unggulan kali yah.
Sedikit cerita ajah yah tentang mereka. Saat SMP itu saya masuk dikelas
unggulan di kelas 3 (siswa lain bilang unggulan, kalau saya bilang kelas
naujuhbillah). Mau nyari anak olimpiade ada dikelas ini, mau nyari anak-anak
bahasa, ada dikelas ini, Dramanya jago semua
nggak ada yang tandingi. Soal kekompakkan, bisa dihitung jari wkwkwkwk.
But, serunya mereka
nggak pernah ngejatuhin teman. Mereka saya
bilang anak anak yang dewasa diusia belia. Ada anak-anak yang
retorikanya selangit ngalahin vicky prasetyo, ada anak yang kekanak-kanakan
ngalahin anak TK yang pertama kali masuk sekolah. Dan disinilah, saya pertama
kali melihat orang-orang yang demam korea. Nah, diantara semua teman-teman
saya, mereka adalah orang yang paling sering saya temui kalau pulang dan selalu
sukses membuat saya homesick. Kalau udah ngumpul, pasti agenda pertama yang
dilakukan adalah pergi makan-makan (dibaca dinner). Kalau udah pulang dari
pergi makan, nongkrong dirumah Acin adalah tempat selanjutnya. Beli segala rupa
makanan yang bisa dipake ngemil dengan minuman lebaran sebagai teman. Tidak lupa
sebagai bumbu penyedapnya, ceritain orang yang nggak ada habisnya. Kadang
reunian sukses membuat kita menambah dosa wkwkwkwk.
But, terlepas dari
semua itu kita mengambil hikmah dari perkumpulan kita saja. Banyak orang yang
selalu memiliki seribu satu alasan untuk tidak bertemu. Kadang juga karena
tidak dapat kabar mereka jadi rada malas bertemu. Kebayang nggak, lu tau ada
reunian dan lu nggak hadir hanya karena terkendala kendaraan pake acara tidak
mau merepotkan segala. Berteman itu nggak ada malu, kalau dia ikhlas why not
(prinsip nando yang dijunjung tinggi). Kalau mau merepotkan, sekalian jangan
sungkan-sungkan biar next reuni lu yang jadi bahan pembicaraan wkwkwkwk.
Nah, next you can read
about my senior high school season.......